Sabtu, 05 September 2026

Mabit Tahfidz SDIT Assalaam Sanden: Menguatkan Hafalan, Menumbuhkan Kecintaan kepada Al-Qur’an


SDIT Assalaam Sanden kembali menyelenggarakan kegiatan Mabit Tahfidz sebagai salah satu ikhtiar dalam menguatkan hafalan Al-Qur’an sekaligus menanamkan kebiasaan beribadah dan membangun karakter Qur’ani pada peserta didik.

Kegiatan Mabit Tahfidz dikemas dalam rangkaian aktivitas yang berlangsung sejak sore hingga pagi hari. Tidak hanya berfokus pada hafalan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk belajar mengatur diri, beribadah bersama, menjaga kedisiplinan, serta menikmati kebersamaan dalam suasana yang penuh nilai-nilai keislaman.

Mengawali Mabit dengan Dzikir dan Persiapan Menghafal
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 15.30 dengan kedatangan peserta. Setelah itu, peserta diarahkan untuk menata ruang tidur bersama para ustaz dan ustazah.

Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir petang dan sosialisasi metode cepat menghafal yang dipandu oleh Pak Sukiswanto. Sesi ini menjadi bekal bagi peserta untuk menemukan cara menghafal yang lebih efektif dan menyenangkan.

Setelah beristirahat dan makan sore, peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah dan dzikir ba’da salat, kemudian dilanjutkan dengan praktik menghafal bersama seluruh ustaz dan ustazah.

Setoran Hafalan Menjadi Momen Utama
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dalam Mabit Tahfidz adalah Penampilan Setoran Hafalan Baru. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 19.15–20.30 ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan hafalan yang telah dipersiapkan.

Penampilan setoran hafalan dipandu oleh MC Bu Azzah dan Bu Shofiyah, dengan Pak Syaifuddin dan Pak Rujianta sebagai juri. Momen ini tidak hanya menjadi ajang untuk menguji hafalan, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan peserta dalam menyetorkan hafalan di hadapan orang lain.

Usai setoran hafalan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan doorprize sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi peserta.

Membiasakan Ibadah Malam
Setelah persiapan tidur, peserta mendapatkan waktu untuk beristirahat. Namun, kegiatan Mabit tidak berhenti sampai di sana.

Pada pukul 03.30, peserta kembali dibangunkan untuk melaksanakan salat Tahajud dan Witir bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kebiasaan beribadah pada malam hari serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menjelang pagi, peserta bersama-sama membereskan kamar tidur, kemudian berganti pakaian olahraga. Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan salat Subuh, dzikir sesudah salat, dan dzikir pagi.

Pagi yang Ceria dengan Ice Breaking
Setelah rangkaian ibadah pagi, suasana dibuat lebih santai dan menyenangkan melalui kegiatan ice breaking yang dipandu oleh Pak Yusuf, Pak Lisan, dan Pak Rosyid.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun semangat, menciptakan suasana kebersamaan, serta memberikan energi positif setelah menjalani rangkaian kegiatan sejak sore hingga dini hari.

Sebelum mengakhiri kegiatan, peserta menikmati sarapan bersama yang disiapkan oleh Bu Siti. Selanjutnya, pada pukul 06.00, seluruh peserta bersiap untuk kepulangan.

Menjadi Bagian dari Pembentukan Generasi Qur’ani
Mabit Tahfidz bukan sekadar kegiatan bermalam di sekolah. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang mengajarkan banyak hal, mulai dari menghafal Al-Qur’an, kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, keberanian, hingga pembiasaan ibadah.

Melalui kegiatan seperti ini, SDIT Assalaam Sanden terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an serta memiliki akhlak dan karakter yang baik.

Semoga kegiatan Mabit Tahfidz ini dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta dan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, semangat menjaga hafalan, serta kebiasaan beribadah dalam kehidupan sehari-hari.